Apa sih IoT (Internet Of Things)

Berawal dari trend gaya hidup sekarang dan kebutuhan aktivitas sehari-hari, penggunaan internet sudah tidak seperti dulu yang dimana hanya digunakan untuk sekedar browsing, streaming lagu, atau download film. Sudah banyak orang yang mulai menyadari bahwa internet itu bisa menjadi jembatan untuk meningkatkan kualitas hidup seseorang secara overall.

Terlihat sudah banyaknya beredar dijual device/alat yang terhubung dengan internet untuk mencatat kegiatan orang sehari-hari, entah orang itu sedang berolah-raga, tidur, atau sesederhana seperti berjalan kaki sambil tidur.

Seperti yang lagi trending saat artikel ini ditulis adalah gelang pintar atau smart band dengan berbagai macam merk yang cukup diminati para penggiat olahraga untuk menghitung detak jantung, kualitas tidur serta menunjukan kondisi fisik pengguna.

Atau mungkin yang lebih canggih lagi adalah automated self driving cars dimana sebuah mobil bisa berkendara sendiri tanpa adanya campur tangan manusia.

IoT atau Internet of Things adalah sebuah sistem dimana di dalamnya terdapat satu atau lebih perangkat komputer/microchip yang saling terkait satu sama lain, dan terhubung dengan satu atau banyak objek, binatang, atau manusia. Sistem tersebut juga menyediakan sebuah object unique indentifiers serta mempunyai kemampuan untuk mengirimkan atau menerima data melalui internet tanpa adanya campur tangan human-to-human atau interaksi human-to-computer.

Bisa digaris bawahi ”… tanpa adanya campur tangan human-to-human atau interaksi human-to-computer.” yang berarti sebuah sistem IoT harus benar-benar bebas dari campur tangan manusia dimana biasanya data yang dihasilkan oleh IoT berasal dari sensor device seperti gps, heartrate, suhu, dll. Tentunya sistem IoT harus terhubung dengan Internet serta mempunyai fungsi untuk memonitor pengguna atau lingkungan sekitar pengguna. Itulah kenapa sistem ini disebut Internet of Things.

Kata “Things” pada Internet of Things, adalah misal bisa sebagai seseorang yang memakai alat monitor jantung, atau mungkin lumba-lumba yang di inject id chip transponder, atau sebuah mobil yang mempunyai built-in sensor untuk menotifikasi pengguna ketika bannya kempes. IoT juga sangat banyak diaplikasikan pada bidang pertanian, kesehatan, transportasi, smart home, dll.

Dengan maraknya IoT di dunia per-sinternet-an (gabungan silat+internet) banyak dari vendor-vendor besar seperti google, amazon, facebook, berlomba-lomba membuat inovasi dari mulai drone delivery, smarthome, sampai self drive car.

Atau mungkin jika kamu cukup tertarik, kamu bisa mencoba membuat sistem IoT kamu sendiri dengan komponen-komponen yang memang dijual bebas diluaran seperti Arduino, RaspberryPi, Wemos, NodeMCU, dll. Bisa dimulai dengan menyalakan lampu rumah lewat twitter atau membuat deteksi asap sendiri, nggak usah takut mentok kecuali kalau memang komponen yg dibeli ternyata rusak (Sedih…) karena banyak sumber-sumber DIY yang bisa kamu temukan di internet.

Oke Brosis, hopefuly helpful Happy IoT-ing…

Khalid Adisendjaja

Internet tech wanderer. Networking enthusiast. Radio Announcer. Casual Gamer. OpenSource Fans. Information Junkies. My tweet is my own.

Jakarta, Indonesia http://khal.web.id