PDKT sama uang dunia maya bernama BitCoin

pdkt-bitcoinBUKAN MLM, bukan koin dinar, bukan juga koin emas dan bahkan nggak punya bentuk fisik yang bisa kamu sisipkan ke dompet atau simpan di bank, apalagi disimpan di bawah kasur. Tapi tentu saja yang namanya uang pastinya bisa kamu belanjain dimanapun kapanpun secara online.

Ha ha amazing ya, udah nggak bisa dipegang tapi masih bisa di belanjain. Daripada penasaran bikin kesasar, mending kita pdkt aja sama yang namanya Bitcoin ini.

Anggap kamu dan pacar kamu sedang berada di sebuah taman yg ramai dan penuh dengan penjaja makanan lalu datanglah seorang penjual bunga menghampiri, seketika itupun kamu membeli setangkai mawar lalu memberikan mawar tersebut pada pacar kamu.

Melihat dari situasi diatas, anggap setangkai mawar itu adalah sebuah bitcoin dan anggap proses memberikan mawar kepada pacar kamu adalah sebuah transaksi.

Pacar kamu secara sadar dan jelas mengetahui bahwa kamu memberikan satu-satunya setangkai mawar dari tangan kamu sendiri kepadanya dan hanya kepadanya, pada saat itu dan detik itu, tanpa perantara dan tanpa memerlukan seorang penjual bunga untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

Dan juga tidak mungkin kamu bisa memberikan setangkai mawar yang sama pada orang lain pada waktu yang sama, karena pacar kamu dengan jelas melihat transaksi tersebut.

Sekarang coba kita misalkan bahwa mawar itu adalah setangkai mawar digital dimana proses transaksi tidak akan berlangsung secara tatap muka, melainkan melalui sebuah jaringan internet atau online.

Seperti halnya ketika ini diaplikasikan ke dalam dunia digital, tentu saja semuanya bisa dikopas alias copy-paste secara mudah, pacar kamu tidak akan mengetahui kalo kamu mengkopas setangkai mawar yg sama dan memberikannya pada orang lain pada waktu yang bersamaan, dikarenakan tidak ada saksi yang melihat dan mengkonfirmasi transaksi tersebut.

Problema ini dinamakan double-spending, yaitu sebuah risiko dimana seseorang secara bersamaan bisa mengirim satu unit mata uang ke dua tempat yang berbeda.

[caption id="attachment_1135" align="aligncenter" width="640"]split_blockchain_users-copy-640x174 Source: http://the-gist.org/2014/03/part-2-the-crafty-design-of-bitcoin/[/caption]

Untuk mengatasi masalah ini maka dari itu kita memerlukan sebuah buku kas atau kasbuk untuk mencatat semua transaksi tangkai mawar yang manakah yang sedang diberikan. Kasbuk ini harus memiliki tempatnya sendiri dan memiliki orang/badan yang bertanggung jawab atas kasbuk tersebut.

Bisa kita ambil contoh dari penjualan stiker-stiker aplikasi messaging seperti Line, Path, Kakao, dll. Pastinya mereka mempunyai sebuah kasbuk online untuk mencatat segala transaksi stiker yang berlangsung.

buku_kasNah, sekarang muncullah sebuah problema baru. Bagaimana jika misal seorang admin kasbuk di Line dengan semena-mena menduplikasi stiker untuk dijual atau diberikan ke orang lain atau dipakai sendiri? Mengapa prosesnya jadi harus melibatkan pihak ketiga, nggak simpel seperti halnya kamu memberikan mawar langsung kepada pacar kamu?

Bagaimana jika kasbuk ini kita berikan ke semua orang, jadi tidak hanya dipegang oleh satu pihak sendiri melainkan kasbuk ini akan berada di tiap orang dan menjadi sebuah jaringan yang tersinkronisasi dimana semua orang bisa melihat semua transaksi yang sedang terjadi sehingga seseorang tidak bisa mencurangi sebuah transaksi.

Ketika buku kas menjadi publik maka semua orang mempunyai kontrol akan buku kas tersebut berdasarkan kode dan peraturan yang sudah dibuat dan ditaati dari awal. Semua orang bisa berpartisipasi dalam jaringan ini, seperti meng-update buku kas, memeriksa semua transaksi log yang sedang terjadi memastikan semua transaksi adalah valid, sebagai timbal balik akan usaha tersebut tiap orang akan mendapatkan 25 BitCoin, inilah proses yang dinamakan BitCoin Mining dimana proses ini memerlukan hardware yang cukup canggih dan banyak melakukan komputasi matematika yang sangat rumit.

Jadi sekarang tahu kan kenapa bitcoin bisa dijadikan sebuah solusi untuk money-laundry karena proses transaksinya pun tidak melibatkan pihak ketiga seperti bank, dan setiap orang yang berpartisipasi di jaringan pun bisa mempunyai nama anonymous/fake/palsu pada akunnya tiap orang pun bisa mempunyai banyak akun. Tapi mengesampingkan hal-hal tersebut transaksi di BitCoin terbilang sangat aman dan sangat sulit untuk dihack.

Buat yg mau mengetahui berapa kurs bitcoin saat ini, bisa digoogling saja dengan keywords "Bitcoin chart".