Belenggu sosial dari what to be called a "Parasite Apps"

parasiteapplogo In terms of Parasite kalo kita googling, di search result paling atas Parasite adalah organisme yang hidup di dalam atau di organisme lain (Inang). Dan mendapat keuntungan sumber daya dari inang-nya serta mengeksploitasi inangnya tanpa timbal balik.

Begitupun halnya dengan banyak aplikasi 3rd party yang tentunya banyak mengambil keuntungan dari beberapa raksasa sosial media seperti facebook dan twitter.

How they done that, how they use it and what make they want to do that sudah bukan suatu hal yang rumit dan kompleks.

Karena pintu untuk melakukan semua itu sudah disediakan oleh beberapa raksasa sosial media, mungkin kamu sering mendengar istilah Social Graph.

Yang secara gamblangnya bisa diartikan sebagai bank data dari user relationship dalam sebuah social network, siapa teman siapa, siapa follower siapa, siapa follow siapa.

Lalu mungkin kamu sudah familiar dengan istilah Facebook connect, Twitter connect, login with LinkedIn, signup with Facebook, dll.

Apa yang disebut Bla.. bla.. bla.. connect ini adalah sebuah pintu/gateway/izin/paspor untuk aplikasi 3rd party demi mengakses data social graph user dari sosial media yang bersangkutan.

Secara tidak langsung, ketika user meng-connect-kan akun sosial medianya ke aplikasi 3rd party, user setuju untuk memberikan akses data sosial nya kepada aplikasi 3rd party.

Banyak Aplikasi 3rd party yang menggunakan keuntungan ini untuk menggaet banyak user demi menggunakan aplikasinya, serta mengambil keuntungan dari data social graph user tersebut.

Sebagai contoh dengan cara seperti menyebarkan foto-foto dari friends/followers user (contohnya Timehop, Pixable)

Lalu mengundang friends/followers user untuk melihat aktivitas dari aplikasi tersebut contoh live streaming app Periscope, Meerkat.

Social Graph kadang menjadi sebuah senjata makan tuan untuk raksasa seperti Facebook dan Twitter karena ketika Social Graph digunakan secara efektif tentunya akan membuat aplikasi 3rd party tersebut lebih populer dibandingkan dengan inangnya (Facebook/Twitter).

Aplikasi-aplikasi semacam ini pada akhirnya will end up dengan cara di akusisi oleh raksasa sosial media tersebut, sebagai contoh TwitPic acquired by Twitter just to be killed, LightBox acquired by Facebook and then killed.

Or else they’ll just died without any acquisition ex: Memolane similar with Timehop.

Aplikasi 3rd Party bisa disebut sebagai Parasite Apps ketika aplikasi tersebut sangat berketergantungan dengan inangnya, tanpa inangnya mereka tidak akan hidup.

Sebagai contoh ada beberapa aplikasi dimana user tidak perlu mengisi email, nama, password untuk registrasi, jadi hanya menggunakan facebook/twitter connect untuk manajemen user app tersebut.

Ada juga yang heavily menggunakan fitur Social Graph dari inangnya seperti checkin, user interest, foto, dll sebagai fitur utama di aplikasi 3rd Party tersebut. So you might called it a Parasite apps

Aplikasi-aplikasi semacam ini yang akhirnya akan membelenggu consumernya karena sangat dependant dengan inangnya.

Sebagai contoh ketika user mennonaktifkan akun sosial medianya misal facebook, user tidak akan bisa lagi login dengan facebook untuk menggunakan aplikasi tersebut.

it’s like living in feudal world.

Mungkin yang harus diperhatikan adalah tujuan dari aplikasi 3rd party tersebut, apakah untuk pada akhirnya di akusisi oleh raksasa sosial media atau memang untuk membantu consumer semata.

It’s like a 3rd party apps have a big ad flyer “Hello Facebook/Twitter, plz acquire us”.