Bicara "Flow" kreatifitas dalam segi internet, teknologi, dan keseharian

Flow? Apaan tuh? Kalo di translate, flow itu secara harfiah bisa berarti aliran atau arus. Flow yang gue maksud disini adalah sebuah konsep, metodologi atau desain psikologis yang menggunakan kondisi mental dan kejiwaan dari seseorang, bagaimana dan mengapa seseorang bisa mencurahkan segala fokus dan konsentrasi dalam satu aktivitas dengan jangka waktu yang sangat lama tanpa merasa bosan dan bahkan menikmati serta membuat efek ketagihan.

Konsep ini dicetuskan oleh seorang professor dari Univ. Chicago Mihaly Csikszentmihalyi, beliau menjelaskan tentang implikasi flow di masyarakat dalam sebuah bukunya Creativity: Flow and the Psychology of Discovery and Invention. Dalam sebuah wawancaranya dengan Wired Magazine di tahun 1996 yang menurut gue menarik juga untuk disimak, beliau berbicara tentang flow dalam desain website yang menurutnya “Great Web sites are not about navigating content, but staging experience” silahkan cekidot aja ke tkp langsung.

Kalo dilihat dalam kehidupan sehari-hari, secara tidak sadar sebenarnya banyak kegiatan yang secara tidak langsung menerapkan konsep flow ini, contoh, misalnya dari Lo nyukur jenggot, nyetrika, gitar-an, masak, main puzzle, nge-rakit LEGO dan bahkan sampai nge-jahit pun adalah hal-hal simpel yang bisa membuat lo lupa waktu karena fokus dan perhatian lo tercurahkan sepenuhnya pada kegiatan tersebut.

Csikszentmihalyi menjelaskan secara gamblang bagaimana seseorang bisa mencapai keadaan tersebut,

  1. Sebuah kegiatan/aktivitas harus memiliki misi yang jelas dan sederhana.
  2. Misi tersebut harus mempunyai result/umpan-balik yang instan dan tidak bertele-tele.
  3. Tidak boleh ada gangguan yang bisa membuat seseorang sadar bahwa ia sedang mengerjakan misi tersebut.
  4. Adanya keseimbangan antara kesulitan dari tantangan sebuah misi dengan keahlian dasar seseorang, sehingga orang tersebut memiliki keyakinan bahwa ia bisa melakukan tantangan/misi tersebut.

Dalam sebuah artikel yang banyak berbicara tentang desain game Cognitive Flow: The Psychology of Great Game Design ketika tingkat kemampuan/skill dari seseorang terlalu rendah dan tingkat kesulitan dari sebuah tantangan/misi terlalu tinggi maka dalam diri orang tersebut akan timbul keraguan untuk meneruskan misi tersebut, sebaliknya jika tantangan terlalu mudah dan kemampuan yang dimiliki orang tersebut terlalu tinggi maka akan timbul kebosanan yang membuat orang tersebut malas untuk menyelesaikan tantangan/misinya.

Flow dalam sebuah aktivitas bisa dicapai ketika tingkat kesulitan sebuah tantangan dan kemampuan seseorang mempunyai keseimbangan dan proporsional, seperti bisa dilihat pada ilustrasi dibawah ini.

[caption id=“attachment_891” align=“aligncenter” width=“441”]gamasutraflow Courtesy Gamasutra[/caption]

Jadi, konsep Flow ini banyak diterapkan dalam beberapa aplikasi-aplikasi game yang mungkin banyak Lo temukan di henpon, memang tidak banyak aplikasi game yang bisa menerapkan metoda ini, tetapi ketika mereka (game developer) berhasil menerapkannya tentunya akan menjadi sukses yang sangat besar, bisa kita ambil contoh sebuah mobile game “Flappy Bird” yang marak banget sampai akhirnya developernya sendiri memutuskan untuk menarik aplikasi tersebut dari semua app store.

Flappy_Bird_logoSebenernya apa sih yang menarik dari “Flappy Bird” ini, kalo gw bilang sih nggak ada yang menarik sama sekali, dari segi graphic ato gameplay-pun ya begitu-begitu aja, eh ternyata usut punya usut, gue nggak tau ya secara sengaja atau tidak sengaja developer dari game ini berhasil menerapkan konsep Flow di dalam aplikasinya. Kalo Lo liat di in-game experience-nya, misi nya jelas dan sederhana, result dari challenge-nya pun instan, sekali nabrak Lo mati. Game ini sebenernya mudah dan memang mudah, sehingga membuat orang banyak berpikiran kenapa gue ga bisa, dan terus-terusan nyobain itu game, tingkat kompetisi yang dihasilkan juga cukup simpel dan jelas, seberapa besar skor lo bisa main game ini.

Kalo gue pikir-pikir sih memang susah bisa nge-bikin sesuatu yang baru dimana kita bisa menerapkan konsep Flow ini, jarang banget yang bisa, tapi yang pasti ketika Lo bisa menerapkannya, apapun yang Lo bikin pasti bakal jadi booming se-antero jagad raya, halahh. Yoi! Silahkan deh kalo mau tau lebih lanjut tentang konsep “Flow” ini, bisa di cek langsung link-link di atas.

Khalid Adisendjaja

Internet tech wanderer. Networking enthusiast. Radio Announcer. Casual Gamer. OpenSource Fans. Information Junkies. My tweet is my own.

Jakarta, Indonesia http://khal.web.id